Selasa, 16 November 2010

Chingudeul XII IPA 4(Mrs.Jane Mokat)...
Saranghaeyo..!!!

^_^.

Minggu, 14 November 2010

I miss TVXQ..

Kangen TVXQ..
oppa PLEASE COMEBACK!! huhuhu~~

JYJ(Jejung,yuchun,junsu) "Hope"

Aku berharap JYJ terlepas dari semua cobaan ini..
TUHAN pasti punya rencana yang indah dan baik untuk mereka bertiga..
JYJ fighting!!

GOD ALWAYS WITH YOU~~

Selasa, 22 Juni 2010

Forever Love Part.4


Apa pun caranya Bless tak sanggup menutup kedua matanya malam itu otak kanannya terus berputar mengingat kejadian tadi. Mungkin tak ada kebahagiaan selain bersama dengan orang yang kita sayang. Bless melempar pandangannya keseluruh kamar adik JaeJoong,
Beberapa pajangan foto-foto pribadi Soo Young berjejer manis diatas rak merah jambu. Diantaranya ada foto kekasihnya, JaeJoong. Kembali senyuman menghiasi ujung bibirnya mendapati gambar JaeJoong bersama adiknya. Sungguh lucu.
Jam baru saja berdentang pukul 12 tengah malam. Tapi tanda-tanda kantuk belum juga didapatinya apalagi hujan sudah berhenti hanya suara rintik-rintik saling bersahutan di malam penuh kesunyian itu.
Terlintas dibenak Bless untuk memanjakan mata sebelum kantuk menderanya sebentar lagi. Dia berjalan ketepi jendela, perlahan tangannya membuka kaitan jendela lalu membukanya besar-besar membiarkan angin malam menerpa wajahnya.
Dibalkon samar-samar terdengar alunan musik klasik yang dimainkan oleh seseorang. Nadanya terdengar sangat indah masuk kedalam relung hatinya. Sambil menutup mata Bless mencoba mendalami apa maksud dari alunan nada yang tampak begitu melodis senada dengan malam ini. Bahkan petikan-petikan senar piano serasa begitu sempurna bagi Bless.
Bagai dituntun sesuatu Bless berjalan mencari nada-nada yang terbentuk sempurna oleh petikan seseorang yang sangat ahli mempermainkan setiap petikan nada. Langkahnya menuruni tangga perlahan tapi pasti dia akhirnya mengetahui siapa yang sedang bermain piano.
Seorang pria bermata hitam kelam yang melakukanya, JaeJoong. Nada-nada yang terbentuk tercipta dengan sempurna menambahkan suatu gejolak aneh pada diri Bless saat matanya mendapati JaeJoong menutup mata menikmati alunan yang dibuatnya sendiri
“oppa…”
Jari-jari lentik itu terhenti, JaeJoong membuka matanya memandangi Bless. Raut kekaguman tak bisa disembunyikannya.
“kau bisa bermain piano…??”
JaeJoong berdiri menghampirinya tak membalas pertanyaan Bless. Dia menarik perlahan wanita itu dan menuntunnya kepangkuan JaeJoong. Bless hanya terdiam sambil menatap sepasang mata itu.
Kini JaeJoong menghantar tangan Bless menyentuh setiap tuts putih membuat tekanan pada setiap melodi nada menghasilkan sebuah alunan indah. Hangatnya tangan JaeJoong sanggup membuat sang wanita tak bisa berkata-kata hanya nada-nada yang mungkin dapat mewakili setiap perasaannya.
Tarikan nafas JaeJoong terasa sangat menggelitik telinga kanannya ditambah sebuah ciuman mendarat pada tengkuk lehernya. Bless menelan ludahnya berusaha menetralkan keringat dingin yang mulai membasahi keningnya.
“sebuah piano…”
JaeJoong melingkarkan tangan kirinya diperut Bless. Sementara tangan kanannya terus membawa tangan Bless menjamah tuts-tuts putih didepannya.
“setiap nada yang dihasilkan…”
Dagu JaeJoong bersandar diantara leher Bless. Sehingga jarak antara Bless sudah tak ada yang menghalangi hanya helaan nafas kekasihnya dapat dirasakan dengan jelas.
“dapat mewakili setiap perasaan…”
JaeJoong makin mempererat pelukan manjanya.
“seperti anak kecil yang polos…”
JaeJoong kembali menuntun tangan kecil itu membagi tempat pada alunan klasik yang dihasilkan.
“yang tak tahu menyampaikan perasaan…”
JaeJoong kembali mengecup Bless tapi bukan ditengkuk leher melainkan pipinya yang sudah terlanjur merah padam.
“bagai sebuah piano yang bisa menghasilkan nada mewakili perasaan, tanpa harus berkata…”
“…”
….
JaeJoong menjilat daun telinga menghasilkan getaran klasik membuatnya terlonjak hebat menahan sebuah sensasi hebat dari pria yang ada dibelakangnya. JaeJoong.
Dia juga masih sadar saat tangan kiri JaeJoong menuntun wajahnya menghadap kebelakang dan saling berhadapan dengan JaeJoong. Mungkin respon yang didapatinya masih belum membuatnya sadar jika belaian lembut diantara bibirnya adalah sebuah ciuman kedua yang dia dapati tanpa sadar. Apalagi hal ini terjadi pada hari yang sama bersama dengan orang yang sama pula.
Pada akhirnya Bless memberanikan diri melingkarkan tangannya dileher pria berkulit porselen tanpa sedikit pun melepas ciuman. Walau ini sudah tak masuk akal tapi semuanya seakan sudah mencapai titik dimana ‘aku memikinya’ telah tersugesti pasti diotak mereka.
JaeJoong melumat habis daging lembut yang dirasakan membangkitkan sinyal aneh pada otak kanannya. Dia terus menyapu tanpa memberi sedikit pun kesempatan pada wanita yang tampak tak sanggup meladeni permainan JaeJoong.
JaeJoong mempermainkan ujung lidahnya menyapu dinding-dinding rongga mulut Bless memaksa masuk seakan mengajak lidah Bless bermain-main sebentar antara lidahnya. Peraduan mulut dan melumernya saliva diujung mulut mereka dapat menunjukan betapa hebat sebuah permainan JaeJoong.
JaeJoong terus menekan bibirnya ingin mengajak lidah Bless terus-menerus bermain. Tanpa arahan Bless kini nekat membanting semua permainan lidah JaeJoong. Tanpa mereka sadari keduanya sudah terbantin disebelah piano.
Tangannya mulai aktif meremas-remas punggung Bless tanpa ampun. Bless sendiri sudah kehabisan nafas meladeninya.
Perlahan-lahan JaeJoong melepas ciuman panjang itu sambil menarik banyak oksigen yang habis diantara peraduan bibir. Ketika kancing atas Bless sudah terlepas menampakan dada yang nyaris terbuka. JaeJoong sadar perbuatanya hampir mengahancurkan masa depan Bless.
“mbian…” kata JaeJoong sambil tertunduk tak mampu menatap kekasihnya. “aku tak bermaksud ,aku hanya terbawa suasana, mian Bless…”
Bless memegang dagu JaeJoong menatap dirinya. “tidak apa oppa… aku mengerti…”
Tatapan JaeJoong meredup. Bajunya bahkan sudah tidak terbentuk akibat kejadian tadi.
“terima kasih sudah memikirkan ku…”
JaeJoong memeluk Bless bukan dengan nafsu tapi cinta yang terpendam sejak lama. Pelukan segenap hati dari seorang kim JaeJoong.
>>
Paginya Bless diantar JaeJoong kembali kerumah. Bless tak menggubris kehadiran ChangMin yang semalaman menunggunya pulang.
ChangMin berdiri garang menatap Bless tajam sesudah JaeJoong menghantarnya. “adri mana saja kamukenapa baru pulang…???” kata ChangMin penuh intimidasi.
bukan urusan mu…!!!” sahut Bless lalu berlari kekamarnya.
“Bless!!!” ChangMin menarik kasar Bless sehingga tubuhnya tersandar pada ChangMin. Membuat jarak antara dirinya dan ChangMin hanya beberapa sentimeter.
lepaskan aku bodoh…!!!”
apa salahku sampai kau sungguh membenciku…!!!” sambar ChangMin, matanya melotot.
kau mau tahu apa salahmu sampai aku sungguh membencimu?? Huh…??” tantang Bless dihadapan ChangMin. “berhentilah mengawasikudan batalkan pertunangan bodoh ini…!!!”
ChangMin dengan kuat meremas tangan Bless. Tak membiarkan ruangan bebas untuknya bergerak. Membuat Bless sedikit meringis kesakitan menahan kuatnya genggeman atau lebih tepatnya perlakuan kasar ChangMin sedikit membuat Bless tak mampu menahan sakit yang berlebihan dari tangan ChangMin.
sakitChangMin!!!”
tak akan kulepaskan sampai kau menerimaku sepenuhnya…”
lepassampai kapan pun tak akan merubah pikiranku terhadapmu!!!”
tidak bisa…!!!”
lepas shim ChangMin, jangan membuatku marah….”
aku menyukaimudan berapa kali aku harus mengucapnya agar kau percaya!!!”
“diam kau…”
“Bless, aku mencintaimu lebih dari cinta pria itu…”
jangan sekali-kali kau membandingkan dirimu dengannya!!!”
aku mencintaimu lebih dari JaeJoong…”
“stop ChangMin sekali lagi kau membandingkan dirimu dengannya. Aku akan menghajarmu saat ini juga…”
apa…”
percuma ChangMin kau tak akan merubahku!!!!”
Sekali bantingan tangan ChangMin telah sukses membuat Bless terhempas kedalam tubuh ChangMin. Sehingga dengan leluasa ChangMin memeluk tubuh Bless. Dengan waktu yang tak tepat seorang pria muncul diantara mereka berdua .
aku mencintaimu lebih dari seorang kim JaeJoong!” lantangnya suara ChangMin membuat ruangan itu berdegung. Dan cukup bagi JaeJoong mendengar hal itu.
Matanya mendapati seorang pria, sorot mata mematikan menatap Bless. Dadanya naik turun menahan amarah. JaeJoong terdiam.
“o-oppa…” Bless terbata dengan tenaga yang tersisa dia melepas pelukan ChangMin. Dan mendorong tubuh tinggi ChangMin sekuat tenaga.
“maaf aku mengganggu acara kalian berdua…” kalimat tajam JaeJoong terlepas sempurna membuat sentakan tiada ujung bagi hatinya. “aku hanya ingin mengembalikan ini…” JaeJoong menyodorkan sebuah gantungan bertuliskan inisial huruf depan dirinya dan Bless.]
Dengan cepat JaeJoong berbalik badan dan pergi dari situ. Samar terdengar suara Bless memanggil dirinya berusaha menahan JaeJoong agar tak pergi. Tapi entah kenapa suaranya makin redam diantara runtuhnya butiran-butiran air langit membasahi tubuhnya. Secepat mungkin dia menghampiri mobolnya lalu pergi dari situ.
Sementara Bless rontahannya seakan percuma terbuang memanggil-manggil nama JaeJoong. Karena kekuatnnya tak cukup mengimbangi 2 pria bertubuh besar yang terus-menerus menahannya. ChangMin yang menyuruh 2 bodyguard miliknya menahan calon istrinya itu agar tak pergi menghadang JaeJoong.
“jaejooong….” Teriak Bless seakan berusaha mengalahkan derasnya hujan.
ChangMin menatap mata Bless, deraian air mata membasahi pelupuk mata Bless. ChangMin sebenarnya tak sabggup menatap wanita yang dicintainya itu menangis pilu.
“sekarang apa maumu…” bentak Bless,
ChangMin bungkam tak menjawab pertanyaan Bless selain pandangan iba padanya.
“puas sekarang… hah???”
ChangMin masih diam. Tanpa berkata dia meninggalkan Bless sambil tertunduk sedih. Tangannya meremas kedua lutut membiarkan air matanya mengalir tanpa ampun diwajahnya.
20 menit tak cukup membuat Bless tenang malah sebaliknya dia semakin takut, entah ada perasaan aneh yang tiba-tiba merasuki otaknya.
Drrttt… drrtt..
Tiba-tiba sebuah panggilan dari Min Gi muncul dilayar posel merahnya. Dengan terbata Bless menjawab “yobosaeyo Min Gi-yah… ada apa??”
Suara Min Gi menjawab “kau dimana sekarang…?” Min Gi bertanya tergesa-gesa.
“dirumah… memangnya kenapa…???”
“babo!!!” maki Min Gi “lihat JaeJoong kecelakaan, dia butuh dirimu sekarang juga…”
“apa!!! Kecelakaan…??!! Kapan…”
“beberapa saat yang lalu!!! Dia terus- menerus mengigau namamu dan sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama YooChun oppa, cepatlah datang…”
Tut tut tut
“Min Gi… Min Gi… asssh…” Bless menutup kasar ponselnya. Dia belari keluar menabrak hujan yang jatuh bebas dari langit. Sepasang mata menatap kepergian Bless ditengah hujan lebat.

Bless POV
Ya Tuhan, kumohon jaga JaeJoong… aku tahu ini semua salah paham… kumohon jangan ambil dia dariku… JaeJoong bertahanlah… JaeJoong …
End of POV
tbc

Kamis, 06 Mei 2010

Forever Love Part.3


I thought before I know…
“aku pergi dulu…!!!” Bless berteriak lantang sambil melangkah pergi dari kerumunan teman-temannya. Tumpukan buku-buku tebal membuatnya sukses mengutuk dosen mr. Lee yang menyuruhnya tanpa ampun mengerjakan tugas-tugas pengamatan cultural.
Jalannya agak tergesa-gesa mengingat jam 3.pm perpustakaan akan tutup jadi dia mempercepat langkahnya ke gudang buku itu. Sesampai disana dia langsung menghambur seluruh isi tasnya diatas meja.
Bless membiarkan semua barangnya ditempat, kemudian menyusuri lorong-lorong penuh buku-buku bodoh yang disuruh mr. Lee
“aku bersumpah. Sampai dia berani mencoret seenaknya semua perjuangan ku lagi! Akan ku telan dia bulat-bulat!” bless memaki dosen yang sudah membuatnya nyaris gila dengan tugas rodi ini.
Makin Bless memikirkan tugas ini, makin membuatnya hilang kesadaran. Akhirnya ….
Dia pun membanting tumpukan 3 buku tebal yang semula bertenger manis di tangannya sekarang sudah tak terbentuk akibat bantingan penuh tenaga oleh Bless. Dia tahu setelah ini mrs. Veronica akan memarahinya karena sudah merusak barang-barang perpustakaan.
Brakhh!!! “ I don’t care!!!” geramnya sedikit berteriak
“aghh!!!” suara rintihan tampak mengerang kesakitan karena bantingan buku-buku tebal tadi menimpa kaki seseorang.
Bless mendongkakan kepalanya mencari tahu siapa pemilik suara yang kesakitan itu. Perlahan-lahan matanya menyusuri kaki jenjangnya- berlanjut ke celana coklat yang ia kenakan, mata nya pergi mengamati dada yang naik turun karena hirupan nafas yang berat. Sampai akhirnya Bless membelalakan matanya, bola mata hitamnya mendapati wajah yang sudah lama dikagumi olehnya
Oh damn…
“J-Jae… JaeJoong…” suaranya terbata “mmm maksudku… oppa…”
“…agh..!!!”
“mbianata…” Bless menunduk serendah mungkin tanpa berani melihat wajah JaeJoong.
“jika kamu punya masalah dengan mr. Lee aku bisa membantu asal jangan sampai kamu mencederai ku, Bless…” katanya selembut mungkin, sementara Bless masih menikmati posisi bungkuknya langsung menegakkan tubuhnya lalu memberi tatapan tak percaya.
“oppa… tahu dari mana?” Tanya Bless
JaeJoong mendehem pelan “ ya tentu aku tahu, karena….” JaeJoong diam, ujung matanya mengawasi reaksi Bless “sudahlah tidak penting…” JaeJoong berdalih sambil memunggut buku-buku tadi
Bless pun membantu JaeJoong dan menunduk lagi “ oppa… mianhae tadi-“
“kwenchana…” potong JaeJoong sambil tersenyum membuat Bless merasakan aliran darahnya membakar wajahnya yang sudah bersemu merah.
“bagaimana kalau aku membantumu…” kata JaeJoong menawarkan diri
Sudah kesekian kalinya Bless kaget karena kata-kata pria yang di panggil JaeJoong ini “hah??!!”
“aku mau membantumu mengerjakan tugas ini” ulangnya
“hah..??!”
“ya… setidaknya bantuan ku bisa sedikit meringankan mu”
“hah..??!!!”
“yah…!!!” seru JaeJoong “kenapa hah-hah terus, aku bilang aku mau membantumu…” JaeJoong mulai gemas sambil memberi tatapan mematikannya pada Bless.
“ah… aku hanya kaget… apa benar mau membantu ku…??” Bless berusaha memastikannya “permasalahannya seluruh tugas mr. Lee itu bukan bahan yang mudah…”
JaeJoong mengangguk keras “aku berrr-sediaaa” dia menekankan kalimat terakhirnya
>>
Jam baru saja berdentang menunjukan pukul 6.pm Bless sedikit melirik tangan kirinya. Di depannya JaeJoong masih sibuk dengan sebuah laptop tampak mengetik bahan laporan untuk mr. Lee. Tanpa disadarinya ujung bibirnya tertarik membentuk senyuman tipis, diam-diam mengagumi sosok berkulit putih pucat di hadapannya.
“yah…! Bless ada apa menatapku??” JaeJoong membuyarkan pemandangan surga Bless terhadapnya.
Sedikit gugup Bless berusaha bersikap netral tapi sangat sulit baginya berlaku biasa apalagi kini JaeJoong sudah tak ditempat sebelumnya …
Tapi kini… JaeJoong berjalan mendekat menantang posisi yang mulai dirasakan tak nyaman lagi. Dengan cepat Bless menyahut keras tidak biasa “anio!!!”
Perfect! Apalagi sekarang! Huh? Rutuk Bless dalam hati, sekarang pria berambut dark brown itu sudah disisinya menatap dengan pandangan berarti yang tak bisa dijelaskan olehnya. Susah payah Bless menelan ludah menstabilkan detakan jantung yang mulai tak bersahabat dengannya.
Mata JaeJoong menjelajahi lekukkan wajah yang terpahat sempurna oleh sang Pencipta. Sambil menggigit bibir wajahnya JaeJoong berkata “ Bless….” JaeJoong melepas kata-kata penuh keraguan sampai “ ayokitaberkencan!” kata JaeJoong cepat
Butuh sepersekian detik kalimat JaeJoong dicerna baik oleh Bless. “heh…?” Bless mengangkat keningnya
JaeJoong menarik napas panjang “aku akan mengulanginya tapi tidak akan untuk ketiga kalinya jadi dengar baik-baik…”
JaeJoong mendesah pasrah sampai “ aku mau kita berkencan, Bless…” JaeJoong menunduk dengan wajah yang sudah memerah.
Tak ada sahutan dari mulut Bless. Perlahan-lahan JaeJoong mendongkak penuh ketakutan tapi yang didapati dirinya, sebuah senyuman hangat yang ditujukan untuknya.
Bless tersenyum padanya.
“nde… oppa…” jawab Bless pelan.
Yay! Bless setuju, thank God …! Batin JaeJoong sambil menggenggam kedua tangannya.
“kamu setuju…?” JaeJoong memastikan sambil menerima anggukan Bless yang tampak tak ragu menerima ajakannya
“apa yang setuju?” Bless tahu benar pemilik suara ini
Bless memutar kepalanya mencari arah suara itu, blam!
Shim ChangMin sedang berdiri garang sambil memasang tampang ganas terbaiknya kepada JaeJoong tampak melakukan hal yang sama.
“Bless aku tak mau kau melupakan pertemuan kedua orang tua kita besok” kata ChangMin berjalan mendekati Bless.
Dengan emosi tertahan Bless berkata “ ChangMin berapa kali harus kubilang aku tidak mau perjodohan ini berlanjut…”
Saat ini JaeJoong kaget setengah mati dia memandang Bless tak percaya “tunggu…” seru JaeJoong “perjodohan…???”
Seakan baru menyadari perkataannya sendiri Bless langsung membekap mulutnya sambil melotot kearah ChangMin yang sedikit terkikih melihat Bless tidak bisa berkutik “perjodohan…” JaeJoong mengulang kata-katanya berusaha meminta penjelasan
“oppa… aku bisa menjelaskannya…” ujar Bless sedikit terbata
“kalian berdua dijodohkan?” kali ini intonasi JaeJoong sedikit naik pikirannya tidak bisa menerima apa yang baru saja didengar
“ya…” dengan cepat ChangMin menyela perkataan JaeJoong ujung bibirnya tertarik membentuk senyuman sinis “aku dan Bless dijodohkan… keluarga kami pun telah menyetujuinya mung-“
“ya! Hentikan mulutmu itu shim ChangMin!!!”
“kenapa Bless! Cepat atau lambat orang lain akan mengetahuinya juga, untuk apa disembunyikan…” sahut ChangMin menyeimbangi suara lantang Bless.
Bless tidak henti-hentinya melemparkan death glare kepada ChangMin. Tapi yang bersangkutan tampak cuek, terus saja masih dengan senyuman sinis yang menyebalkan itu.
“atau karena pria ini kau menyembunyikannya?? Hmm?” nada bicara ChangMin mulai terdengar menantangnya. Bless sebisa mungkin menahan diri agar tak lepas kontrol
“apa jangan-jangan pria ini yang membuatmu tak mau mengakuinya”
Bless diam.
“apa ini yang namanya kim JaeJoong” ChangMin memutar matanya menatap JaeJoong “orang yang membuatmu jatuh cinta…?”
“kau-“
JaeJoong tertunduk sedikit menelan ludah. Pikiran Bless kacau balau, dia tidak mau JaeJoong mengetahui perasaannya dengan cara seperti ini. Apalagi JaeJoong sudah mengetahui perjodohannya dengan ChangMin.
“oppa…” panggil Bless memberanikan diri “aku bisa…”
Tiba-tiba telunjuk jenjang JaeJoong menempel di belahan bibir Bless sambil menatapnya dengan pandangan berbinar “jangan lupa kencan kita besok ada yang ingin ku bicarakan denganmu…” katanya “ ini mengenai kau, Bless.” Tambahnya lagi
JaeJoong memutar tubuhnya meninggalkan Bless yang berdiri kaku menatap punggung JaeJoong perlahan-lahan hilang di balik pintu.
Suasana tiba-tiba hening. Hanya dia dan ChangMin disitu sampai Bless akhirnya berteriak “you fucking fucker bastard!!!” tarikan napas Bless makin tak seimbang “kenapa kau!!! Aghhh!!!! Pabo!!” Bless memaki tak terkendali lalu berlari ke kamarnya meninggalkan ChangMin di lantai bawah.
“Bless… jangan lupa pertemuan keluarga kita besok”
“what the hell you say!!! I don’t care!!!” suara Bless mengema seluruh ruangan. Sementara ChangMin sendiri hanya bisa mengeleng-geleng geli menanggapi sikap Bless.
Tbc

Kebiasaan Tidur TVXQ..^^


1. U-Know Yunho

Leader yang satu ini niih, biasanya sebelum tidur dia SMSan dulu (Wohoo, SMSan sama siapa??) dan ditengah-tengah dia SMSan, biasanya dia tidur. Nah, karena jadwal DBSK itu sangat padat, makanya kursi pesawat pun dijadiin tempat tidur juga. Biasanya niih, si Yunho duduk sama Jae Joong, Junsu sama Yoochun dan Changmin sama managernya. Sebelum dia tidur, dia selalu lepas sepatunya (yaa, lima-limanya juga sama sii lepas sepatu juga) abis itu, dia langsung ngambil bantal kecil, ditaro di bahunya si Jaejoong terus tidur deh disitu.hhaha

2. Hero Jae Joong

Nah, kalo si Jae Joong niih kalo tidur sukanya tengkurep terus gak pake baju (omona!!!).

3. Xiah Jun Su

Si Xiah tu kan keliatannya paling aktif yaa kalo di panggung, tapi kalo tidur itu dia paling adem ayem. Dia suka naroh tangannya di bawah bantal. Nah, kalo lagi show tour nihh kan nginepnya di hotel, si Xiah tuh selalu dapet sekamar ama Changmin. Sialnya, Si Changmin kalo tidur kan begajulan banget jadinya Xiah selalu kena tendangan Changmin mulu.

4. Micky Yoochun

Yoochun selalu aja memeluk sesuatu kalo tidur. Terus tidurnya imut kaya anak kecil. Nah, yang gak berubah sejak dia sebelum debut sampe sekarang itu dia gak bisa bangun pagi. Dia itu susaaah banget buat bangun pagi. Waktu baru debut, managernya itu nyoba buat bangunin dia, tapi efeknya malah si Yoochun marah-marah. Makanya, kalo ada show pagi-pagi dia pasti keliatan blank dan masih ngantuk-ngantuk.


5. Max Changmin


Dia tuh kebiasaan tidurnya paling jelek dari semuanya. Mungkin karena jadwal yang padet banget, jadi dia suka ngigo, ketawa keras, terus mukulin orang. nah, anehnya,, apapun yang kita tanyain waktu dia tidur, dia bakalan jawab!! misalnya nanya ”‘Apa yang kamu pengen makan Changmin?” terus si Changmin tuh jawab gini “Ramyon”.
Tapi, kalo dia udah bangun dia bakalan lupa semuanya.hahahhaha~

Sabtu, 10 April 2010

TVXQ laugh together

TVXQ laugh together..

Hero,Mickey,Xiah,U-Know,Max..
at Tokyo Dome..
say: Ichi,Ni,San (1 2 3)..

it's so funny..!!
xD hahha