Sabtu, 10 April 2010

TVXQ laugh together

TVXQ laugh together..

Hero,Mickey,Xiah,U-Know,Max..
at Tokyo Dome..
say: Ichi,Ni,San (1 2 3)..

it's so funny..!!
xD hahha

Forever Love


Genggaman keras tangan seorang shim ChangMin,tak dapat membuat perempuan dihadapannya menatap kasihan terhadapnya. Tidak cukup! Malah tatapan perempuan itu, sukses membuatnya termanggu. Entah karena takut atau malah karena dia terpesona.
“mau mu apalagi? Huh?” suara Bless menyadarkan dia dari alam bawah sadar. Matanya membesar ,tatapannya makin dipertajam menatap Bless yang mulai tak nyaman. “lepas!!!” kata Bless sambil menghempas lengannya dengan kuat.
“berapa kali harus ku bilang padamu… Aku menyukaimu, idiot!” seru ChangMin penuh emosi setelah hempasan tangan Bless membuatnya setengah gila. Bukankah Bless memang sangat membencinya?
Bless memutar kepalanya bermaksud menghindar tatapan ChangMin yang mungkin saja dapat meruntuhkan pertahanannya.
Terlambat…
Kekuatan besar dengan sempurna memutar tubuhnya. Dada ChangMin naik turun bertanda emosi yang sudah ditahannya sejak tadi. Emosi yang dapat meledak kapan saja. “jangan menghindar!!!” kata ChangMin, sambil menaikan intonasinya.
“Shim ChangMin, kau pikir aku bisa termakan bualanmu kali ini! TIDAK!!!” bless menekan kata-katanya, ChangMin tak pernah melihatnya semarah itu. Sementara ChangMin hanya bisa melonggarkan genggaman tangan. Dan menatap sendu kearah wanita yang sudah mengambil setengah harapan hidup darinya.
Berkali-kali ChangMin harus membuatnya yakin akan perasaan yang dirasakannya. Tapi ternyata sikap seorang shim ChangMin sudah tersugesti jelek di mata Bless. ChangMin mendengus pelan, lalu menundukan kepalanya. Seakan takut pada kenyataan , kenyataan bahwa Bless sangat membencinya.
“mianhae…” kata ChangMin dengan suara pedih. “ miannnhaeeee…” ulangnya, pundaknya bergetar hebat. “mianh-…”
Hey… dia menangis…
Bless terhenyak, butuh beberapa detik memproses sikap ChangMin yang berbeda. Sikap yang telah berhasil meruntuhkan semua pertahanan karang seorang Bless. Sedikit mengunggah secuil perasaan iba.
“mianhae… Bless” ChangMin berusaha terlihat tegar. “miannn!!!” seru ChangMin lagi.
Bless terdiam, dia tak berani mengadahkan kepalanya berhadapan dengan ChangMin. Sementara ChangMin masih terisak hendak meraih pundak mungil Bless. Tapi niat itu diurungkan, dia tak mau merasakan hempasan lengan Bless untuk kedua kalinya. Dia tak ingin merasakan perasaan brengsek yang sudah membuatnya jatuh dalam , bahkan lebih dalam dari sebuah perasaan cinta.
“aaarrrrgggghhhh!!!” teriak ChangMin, penuh depresi. “cukup!!!”
Bless masih diam. Takut? Ya, dia takut akan perasaan yang mungkin sama. Kata-kata ChangMin tadi sudah membuatnya berpikir. Berpikir untuk melepaskan seorang pria yang selama ini selalu ada di sampingnya. Ya, dia kim JaeJoong.
“demi Tuhan… Bless! Aku mencintaimu!!! berapa kali harus ku katakan! Huh??” katanya emosi “AKU MENCINTAIMU!!!”
Deg! Hey, perasaan apa ini? Bless berkutat dengan kebimbangan. Antara ChangMin, JaeJoong, ChangMin, JaeJoong. Damn!
Tidak! Mengapa aku mulai membandingkannya? Tidak! Jae, kau dimana? Jae, kumohon… kau ada dimana? Bantu aku…
“Bless milik ku…” suara yang familiar, begitu terikat dengan perasaan. Hanya dengan mendengarnya saja, kau bisa mencandu suara itu.
“ oppa…” Bless berusaha mencari asal suara indah itu. Rangkulan tangan pria itu melingkar di leher Bless.
“apa harus ku jelaskan? Shim ChangMin! Bless itu milik ku!”
Sudah tak ada air mata di kelopak mata ChangMin. Malah sorot matanya menandakan kebencian yang dalam terhadap kim JaeJoong. ChangMin mengepalkan tangannnya, rahangnya mengeras menahan kemarahan. “aku akan merebutnya…” gumam ChangMin nyaris tak terdengar.
JaeJoong menunggu reaksinya. Sementara ChangMin menyunggingkan senyum sinis terbaiknya. Dan Bless merasakan atmosfer panas yang terjadi sejak tadi.
“ku peringat kan kau…kim JaeJoong ” suara ChangMin penuh percaya diri. “ aku…” panas menjalar di hatinya “ akan merebutnya dari mu!!!”
Bless menatap horror pada ChangMin yang tak bergeming akan tatapan Bless. Sementara JaeJoong berusaha senetral mungkin, tapi kata ChangMin sukses membuatnya takut. Takut? Apa ini??
Damn! Bocah ini.
“aku akan merebutnya darimu! Persetan denganmu!”
ChangMin mengambil langkah mundur, sambil terus memberi tatapan mematikan pada JaeJoong. Entah mengapa perasaan gempar mulai merasuk pemikiran JaeJoong. Tangan kanannya mulai menggenggam erat Bless. Sesuatu yang tak biasa tapi JaeJoong benar-benar takut. Takut kehilangan…
Bless tersenyum tipis dia dapat merasakan kekuatan tangan JaeJoong yang meremas tangannnya. Seolah memberi tahu ‘aku takut kehilanganmu’.
“oppa…” panggil Bless sangat pelan.
“hmm…”jawab JaeJoong sambil memutar kepalanya berhadapan dengan Bless. Tanpa melepas genggaman tangannya.
“komapta”
JaeJoong membentuk bibirnya membuat senyum tulus untuk dia. Hanya untuknya. Hanya untuk Bless.
“I’ll never to leave you, remember that”